Kamis, 29 November 2012

Akhlak Terpuji Kepada Diri Sendiri

1. Tawakal
      Kata Tawakkal berasal dari bahasa Arab yang artinya berserah diri, mewakilkan. Secara istilah, kata Tawakkal beranrti berserah diri kepada Allah Swt menyerahkan suatu urusan kepada kebijakan Allah Swt. Tawakkal kepada Allah Swt dilakukan setelah berusaha sesuai kemampuannya. 
Ayat Al-Qur’an yang menegaskan bahwa tawakkal tidak sah apabila tidak di sertai dengan berusaha terdapat dalam Q.S. Huud ayat 123 :
“ Dan milik Allah meliputi  rahasia langit dan bumi dan kepada -Nya segala urusan di kembalikan. Maka sembahlah Dia, dan bertawakkallah kepada -Nya. “
1. Dampak Positif Tawakkal  
       Setiap Akhlak karimah mempunyai dampak positif, begitu pula dengan Tawakkal. Berikut dampak positif bertawakkal antara lain :
a.    Memperoleh ketenangan jiwa karena merasa dekat dengan Allah Swt.
b.    Mempermudah kepuasan batin karena keberhasilan usahanya mendapat ridha Allah Swt.
c.    Memperoleh keteguhan hati (Istiqamah).
d.    Menumbuhkembangkan kesadaran akan kelemahan dirinya, mengakui kebesaran Allah Swt.

2.  Membiasakan Diri Berperilaku Tawakkal
a.      Manusia harus sadar bahwa dirinya lemah, terbukti sering mengalami kegagalan, keberhasilan usaha manusia semata-mata kehendak Allah Swt. Oleh karena itu manusia harus mau bertawakkal kepada Allah Swt, setelah melakukan usaha dengan sungguh-sungguh. Orang yang bertawakkal berarti menunggu keberhasilan usahanya. Oleh sebab itu saat bertawakkal sebaiknya banyak berDoa kepada Allah agar usahanya berhasil
b.      Manusia harus menyadari bahwa dirinya lemah, tidak berdaya.
                    Keberhasilan usaha manusia tidak lain karena kehendak Allah Swt, yang Maha Pemurah. Oleh sebab itu manusia harus manusia hendaknya selalu berusaha, berdoa, dan bertawakkal kepada Allah Swt, Swt berfirman dalam surah Al-Imran:159, yang artinya:
“ . . . Sesungguhnya Allah Swt menyukai orang-orang yang bertawakkal kepada-Nya ”

A.      Ikhtiar
1.      Pengertian Ikhtiar
                  Secara bahasa Ikhtiar berasal dari bahasa arab yang artinya memilih. Selanjutnya Ikhtiar diartikan berusaha karena pada hakikatnya orang yang berusaha berarti memilih.


2.      Dampak Positif Ikhtiar
a.    Merasakan kepuasan batin karena dapat mencukupi kebutuhan hidupnya sendiri, walaupun dengan susah payah.
b.    Terhormatdalam pandangan Allah dan sesama manusia karena sifat perwira yang dimiliki.
c.     Dapat berlaku hemat dalam membelanjakan harta.
d.    Mendapat derajat yang baik dalam pandangan Allah Swt.
e.    Mendapat kebaikan dalam pandangan sesama manusia.
3.      Membiasakan Diri Berikhtiar
a.    Giat dan berusaha dalam melakukan suatu usaha.
b.    Tekun dalam melaksanakan suatu tugas yang di amanahkan kepada dirinya.
c.     Pandai memanfaatkan waktu luangnya untuk hal-hal yang positif.
d.    Tidak mudah putus asa apabila menghadapi suatu kesulitan
e.    Berusaha mendapatkan cara baru dalam memajukan usahanya.
f.      Memiliki semboyan bahwa bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan hidup lebih mulia dibanding meminta belas kasihan orang lain.
4.      Cara Berikhtiar Sesuai Dengan Ajaran Islam
                  Islam telah mengatur semua sendi-sendi kehidupan umatnya agar selamat di dunia dan di akhirat. Dalam berikhtiar juga terdapat adap yang harus di perhatikan antara lain :
a.    Setiap ikhtiar atau pekerjaan dimulai dengan membaca “Bismillahirrahmanirrahim”.
b.    Yakinkan diri kita, bahwa yang kita ikhtiarkan merupakan sesuatu yang di ridhai Allah Swt.
c.     Cintailah pekerjaan yang kita lakukan dengan sepenuh hati.
d.    Lakukan pekerjaan itu dengan ikhlas.
e.    Pergunakan waktu sebaik-baiknya.
f.      Disiplin dalam bekerja.
g.    Jujur dalam bekerja.
h.    Akhiri ikhtiar dengan mengucapkan “Alhamdulillahirobbil’alamin”
B.      Sabar
1.      Pengertian Sabar
                  Sabar adalah tahan menderita sesuatu, tidak lekas marah, tidak lekas patah hati, dan tidak lekas putus asa. Sabar  juga dapat diartikan sebagai tabah, tahan uji, dan tahan terhadap suatu cobaan. Sabar merupakan kunci untuk mendapat ketenangan dan kebahagiaan hidup.


                     Lawan dari sifat sabar ialah sifat tergesa-gesa (‘ajalah), yang merupakan sifat dasar syetan. Sifat tergesa-gesa merupakan sifat tercela dan tidak akan sempurna. Sebaliknya sesuatu yang dilakukan dengan penuh kesabaran, akan mendatangkan hasil yang sesuai dengan harapan.
2.      Macam-macam Sabar
                  Imam Ghazalih membagi kesabaran menjadi tiga bagian, yaitu :
a.      Sabar dalam ketaatan.
                  Sabar dalam ketaat berarti melaksanakan kewajiban dengan ikhlas, tidak mengeluh saat mendapat kesulitan dalam melaksanakan kewajiban tersebut.
b.      Sabar dalam menghadapi musibah.
                     Sabar dalam menghadapi musibah berarti tabah hati dan kuat saat menghadapi cobaan hidup, tidak mengeluh, dan tidak menyesali nasibnya sendiri.
c.       Sabar dari maksiat
                     Sabar dari maksiat berarti rela meninggalkan perbuatan maksiat dan tidak menyesal atau iri apa bila melihat orang lain dapat bersenang-senang dalam maksiat. Yang dimaksud maksiat ialahy perbuata atau sikap yang melanggar norma-norma agama.
Rasulullah saw bersabda dalam haditsNya yang artinya :

“ Barang siapa yang melatih kesabaran, maka Allah akan                                                                                                        menyabarkannya. Dan tidak ada seorang yang mendapat karunia (pemberian) Allah yang lebih baik atau lebih luas dari pada sebar. “ (H.R. Bukhari)

3.    Dampak Positif Sikap Sabar
a.      Memiliki emosi yang stabil, tidak mudah terpengaruh oleh keadaan lingkungan.
b.      Cukup stabil dan tentram rumah tangganya.
c.   Memiliki harapan akan masuk ke jannah sesuai janji Allah Swt, dalam surah Al-Baqarah:155
d.      Dapat menghemat biaya.
e.      Berhasil mengembalikan persaudaraan yang hampir rusak.

4.       Membiasakan Diri Bersikap Sabar.
            Membiasakan diri barsikap sabar bukanlah perkara yang mudah, itu memerlikan latihan yang sungguh-sungguh. Agar dapat bersikap sabar, perlu memperhatikan hal-hal berikut:
a.  Selalu mengingat bahwa marah (lawan kata sabar) tidak dapat menyelesaikan masalah.
b.      Memperbanyak bergaul dengan teman-teman berakhlak mulia.
c.     Membatasi diri dan bersikap hati-hati dalam bergaul dengan teman yang berwatak keras dan kasar.
 Dalam kehidupan sehari-hari ada tiga hal yang harus kita hadapi dengan sabar, yaitu:
d.      Sabar dalam berbuat, artinya sabar menghadapi halangan dan rintangn
e.      Sabar dalam menderita, artinya sabar dalam menerima musibah atau cobaan.
f.     Sabar menahan marah, adalah bersikap sabar jika dihadapkan kepada situasi yang dapat menimbulkan kemarahan.


A.      Syukur
1.      Pengertian Syukur
         Dari segi bahasa syukur berasal dari bahasa arab yang artinya berterima kasih. Sedangkan menurut istilah bersyukur berarti berterima kasih kepada Allah Swt. atas karunia yang diberikan Allah untuk dirinya .

         Dalam kamus besar bahasa Indonesia, kata syukur diartikan:
a.      Rasa terima kasih kepada Allah.
b.      “Untunglah” (menyatakan lega,senang).
c.       Sesuatu yang tumbuh dari tangkai pohon.
d.      Pernikahan atau alat kelamin.
                     Sedangkan menurut Ar Raghib Al Isfhani dalam bukunya yang berjudul “Al Mufaradat Fi Gharbi Al-Qur’an” kata syukur mengandung artigambaran dalam benak dak menumpahkannya ke permukaan. Dengan demikian hakikat  syukur adalah menampakkan nikmat.
                     Begitu banyak nikmat yang di Allah berikan, maka berkewajiban untuk menyatakan syukur kepada Allah, sebagaimana firman Allah dalam Q.S Al Baqarah: 152:
“ . . . Bersyukurlah kepadaKu, dan janganlah kamu mengingkari (nikmat) Ku.”
                     Syukur dapat dilakukan dengan beberapa cara, antara lain :
a.      Syukur dengan hati.
b.      Syukur dengan lisa.
c.       Syukur dengan perbuatan.

2.      Dampak positif bersyukur.
         Orang-orang yang bersyukur mendapat keuntungan, sebagai berikut:
a.      Memperoleh kepuasan batin.
b.      Terhindar dari sifat tamak.
c.       Mendapat jaminan tambahan nikmatt dari Allah.
3.      Membiasakan diri bersyukur
         Cara membiasakan diri bersyukur, sebagai baerikut:
a.      Menerima uang saku yang diberikan orang tua dengan senang hati.
b.      Memanfaatkan uang saku untuk membeli hal-hal yang bermanfaat.
c.       Tidak boros dalam menggunakan uang saku yang diberikan oranng tua.
d.      Jika bisa, menyisihkan sebagian uang saku untuk di tabung.

B.      Qanaah.
1.      Pengertian Qanaah
                     Kata Qanaah berasal dari bahasa nArab yang berarti rela, suka menerima apa yang diberikan kepadanya. Sedangkan secara istilah, Qanaah berarti rela menerima kenyataan hidup yang dialami, tidak berkeluh kesah, tidak pula mebayangkan kesenangan yang diterima orang lain.

                     Qanaah mengandung lima unsur, yaitu:

a.Menerima dengan rela apa yang telah ada padanya.
b.Menerima dengan sabar ketentuan Allah Swt.
c. Memohon kepada Allah tambahan yang pantas, disertai dengan usaha dan ikhtiar.
d.Bertawakkal kepada Allah Swt.
2.      Dampak positif Qonaah.
         Keuntungan dari sifat qanaah antara lain:
a.      Terhindar dari sifat tamak yang dapat menjerumuskan diri kepada kufur nikmat.
b.      Dapat merasakan ketentraman hidup karena merasa cukup.
c.       Mendapat jaminan tambahan nikmat dari Allah dan terhindar dari ancaman siksa neraka




Tugas MTs Darussalam Serui

Posting Lebih Baru Posting Lama Beranda
Comments
0 Comments

0 komentar:

Poskan Komentar